Berita Resmi Statistik  
Bulan: Tahun:


Menampilkan 1-10 dari 183 hasil

Indeks Demokrasi Indonesia Gorontalo 2013 sebesar 67,21 dari Skala 0 sampai 100

  • Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Gorontalo 2013 sebesar 67,21 dari skala 0 sampai 100, angka ini naik 7,91 poin dibandingkan dengan IDI Gorontalo 2012 sebesar 59,37. Tahun ini mengalami peningkatan, sehingga tingkat demokrasi Gorontalo berada pada kategori sedang. Tingkat demokrasi dikelompokkan menjadi tiga katergori yakni “baik” (indeks > 80), “sedang” (indeks 60 – 80), dan “buruk” (indeks < 60).
  • Kenaikan angka yang merupakan indeks komposit tersebut dipengaruhi perubahan tiga aspek demokrasi yang diukur yakni Kebebasan Sipil (Civil Liberty) yang naik 6,06 poin dari 73,25 pada 2012 menjadi 79,31 pada 2013, Hak-Hak Politik (Political Rights) naik 7,5 poin, dari 50,76 pada 2012 menjadi 58,26 pada 2013, dan Lembaga-lembaga Demokrasi (Institution of Democracy) yang naik 10,63 poin dari 55,59 pada 2012 menjadi 66,22 pada 2013.
  • Secara metodologis dalam pengumpulan data digunakan 4 sumber data berupa : (1) review surat kabar lokal, (2) review dokumen (Perda, Pergub, dll), (3) Focus Group Discussion (FGD), dan (4) wawancara mendalam.

Selengkapnya »

Juni 2014, Kota Gorontalo Inflasi Sebesar 0,45 Persen

  • Bulan Juni 2014 Kota Gorontalo mengalami kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,83 menjadi 109,32; perubahan ini menyebabkan inflasi sebesar 0,45 persen.
  • Inflasi Kota Gorontalo terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 0,13 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok&tembakau sebesar 0,71 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,30 persen, kelompok sandang sebesar 1,46 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,77 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,50 persen, dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,47  persen.
  • Laju inflasi tahun kalender sebesar 0,67 persen dan laju inflasi “year on year” (Juni 2014 terhadap Juni 2013) sebesar  5,82 persen.

Selengkapnya »

Mei 2014, Gorontalo Impor Sebesar US$654.169

Impor

  • Nilai ekspor bulan Mei 2014 yang melalui Pelabuhan di Gorontalo adalah  nihil (tidak ada). Sementara itu, pada bulan April 2014 terdapat ekspor sebesar US$1.380.051
  • Nilai ekspor Gorontalo bulan  Mei 2014 yang diekspor melalui pelabuhan di luar Gorontalo adalah nihil (tidak ada), tidak ada perubahan jika dibandingkan dengan keadaan bulan April 2014.

Impor

  • Nilai impor yang melalui Pelabuhan Gorontalo bulan Mei 2014 sebesar US$654.169, sementara pada bulan sebelumnya (April 2014) adalah US$964.800.
  • Negara asal impor bulan Mei 2014 adalah Singapura dengan jenis komoditas impor adalah bahan bakar mineral, minyak bumi, dan hasil penyulingan.
  • Kumulatif nilai impor tahun 2014 (Januari-Mei) sebesar US$44.805.578 mengalami kenaikan 172,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2013  sebesar US$16.471.112

 

Selengkapnya »

Mei 2014, Tingkat Penghunian Kamar Provinsi Gorontalo 38,33 Persen

Perhotelan

  • Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel/akomodasi lainnya di Provinsi Gorontalo pada bulan Mei 2014 sebesar 38,33 persen atau mengalami peningkatan 5,42 poin dibandingkan TPK pada bulan April 2014 yang tercatat 32,91 persen.
  • Rata-rata lama menginap tamu asing dan dalam negeri (domestik) pada hotel/akomodasi lainnya di Provinsi Gorontalo selama Mei 2014  adalah 2,28 hari, atau turun 0,01 poin jika dibandingkan dengan bulan April 2014 yang tercatat 2,29 hari.

Transportasi

  • Penumpang angkutan laut yang berangkat pada bulan Mei 2014 sebesar 271 orang atau turun 64,85 persen dibanding bulan sebelumnya (April 2014) yang tercatat 771 orang. Sebalikny jumlah barang yang dimuat pada bulan Mei 2014 mengalami peningkatan 109,82 persen atau meningkat dari 14.279 ton pada bulan April 2014 menjadi 29.960 ton pada bulan Mei 2014.
  • Jumlah penumpang yang berangkat dengan kapal fery melalui pelabuhan penyeberangan/fery pada bulan Mei 2014 sebanyak 3.710 orang atau naik 86,15 persen jika dibandingkan dengan bulan April 2014 yang tercatat 1.993 orang. Sebaliknya pada bulan Mei 2014 tidak ada barang yang dimuat melalui pelabuhan penyeberangan/fery.
  •  Jumlah pesawat terbang yang berangkat dari Bandara Jalaludin bulan Mei 2014 tercatat 155 penerbangan, meningkat 7,64 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (April 2014). Sedangkan jumlah penumpang berangkat pada bulan Mei 2014 mengalami penurunan sebesar 25,93 persen jika dibandingkan dengan keadaan bulan April 2014 yaitu menurun dari 16.537 orang menjadi 12.249 orang.

Selengkapnya »

Juni 2014, Nilai Tukar Petani Provinsi Gorontalo Sebesar 101,98

  •  Pada bulan Juni 2014, NTP Provinsi Gorontalo masing-masing subsektor tercatat sebesar 96,58 untuk Subsektor Tanaman Pangan (NTP-P), 112,55 untuk Subsektor Hortikultura (NTP-H), 101,30 untuk Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-R),  102,86 untuk Subsektor Peternakan (NTP-T) dan 99,49 untuk Subsektor Perikanan (NTN). Sedangkan NTP (NTP Umum) tercatat sebesar 101,98 yang mengalami kenaikan sebesar 0,30 persen bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar  101,67.
  •  Dari 10 provinsi di Kawasan Timur Indonesia ada 8 (delapan) provinsi yang NTP-nya berada di atas angka 100. NTP tertinggi dicapai oleh Provinsi Sulawesi Selatan dengan nilai sebesar 105,81 yang diikuti Provinsi Maluku Utara sebesar 104,29, Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 103,77, Provinsi  Sulawesi Barat sebesar 102,27, Provinsi Gorontalo sebesar 101, 98, Sulawesi Tenggara sebesar 101,77, Provinsi Papua Barat sebesar 100,66, dan Provinsi Maluku sebesar 100,39. Sedangkan Nilai Tukar Petani terendah terjadi pada Provinsi Papua sebesar 97,54. NTP nasional sebesar 101,98 mengalami kenaikan sebesar 0,10 persen dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 101,88.
  •  Pada Juni 2014, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Provinsi Gorontalo sebesar 0,82 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada 6 (enam) kelompok yaitu kelompok bahan makanan (1,46%), makanan jadi (0,05%), perumahan (0,60%), sandang (0,04%), pendidikan, rekreasi dan komunikasi (0,57%), dan transportasi dan komunikasi (0,26%), sedangkan kesehatan mengalami deflasi (0,04%)
  •  Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Gorontalo pada Juni 2014 sebesar 107,74 atau naik 0,62 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Selengkapnya »

Tahun 2014, Produksi Padi Diperkirakan Turun 2,34 Persen

A. PADI

Angka Tetap (ATAP) produksi padi Provinsi Gorontalo tahun 2013 sebesar 295.913 ton gabah kering giling (GKG), naik sebesar 50.127 ton (20,39 persen) dibandingkan dengan ATAP tahun 2012. Peningkatan produksi terutama disebabkan oleh meningkatnya luas panen sebesar 5.701 hektar (11,14 persen) dan juga meningkatnya produktivitas sebesar 4,00 kuintal/hektar (8,33 persen)

Angka Ramalan I (ARAM I) produksi padi tahun 2014 diperkirakan sebesar 289.000 ton GKG, turun sebanyak 6.913 ton (-2,34 persen) dibandingkan dengan Angka Tetap tahun 2013. Penurunan produksi utamanya disebabkan oleh turunnya produktivitas sebesar 3,86 kuintal/hektar (-7,42 persen).

B. JAGUNG

ATAP produksi jagung tahun 2013 sebesar 669.094 ton pipilan kering, mengalami peningkatan 24.340 ton (3,78 persen) dibandingkan  produksi tahun 2012. Peningkatan tersebut disebabkan bertambahnya luas panen sebesar 4.880 hektar (3,60 persen) dan juga meningkatnya produktivitas sebesar 0,08 kuintal/hektar (0,17 persen).

ARAM I produksi jagung tahun 2014 diperkirakan sebesar 549.234 ton pipilan kering, turun sebesar 119.860 ton (-17,91 persen) dibandingkan tahun 2013. Penurunan produksi tersebut disebabkan oleh berkurangnya produktivitas sebanyak 1,27 kuintal/hektar  (-2,66 persen) dan berkurangnya luas panen sebesar 22.015 hektar  (-15,68 persen).

C. KEDELAI

Produksi kedelai tahun 2013 adalah 4.411 ton biji kering, mengalami peningkatan 960 ton (27,82 persen) dari tahun sebelumnya. Penyebabnya adalah meningkatnya luas panen sebesar 516 hektar (18,10 persen) serta produktivitas mengalami peningkatan 1,00 kuintal/ hektar (8,23 persen).

Produksi kedelai tahun 2014 diperkirakan sebesar 4.168 ton biji kering. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding tahun 2013 sebanyak 243 ton (-5,51 persen). Berkurangnya luas panen sebanyak 380 hektar (-11,29 persen) menjadi penyebab utama penurunan tersebut.

Selengkapnya »

Maret 2014, Angka Kemiskinan Gorontalo Turun 17,44 Persen

  • Berdasarkan survei pada Maret 2014 persentase penduduk miskin di Provinsi Gorontalo sebesar 17,44 persen. Angka ini turun dibandingkan persentase penduduk miskin September 2013 *) yaitu 18,00 persen. Berarti selama kurun waktu 6 (enam) bulan telah terjadi penurunan sebesar 0,56 persen;
  • Garis Kemiskinan Provinsi Gorontalo pada September 2013*) sebesar Rp233.942 per kapita per bulan dan pada Maret 2014 menjadi Rp243.547 per kapita per bulan, yang berarti naik sebesar Rp9.605 per kapita per bulan, atau naik sebesar 4,11 persen;
  • Bila dibedakan Garis Kemiskinan daerah perkotaan dan pedesaan, maka Garis Kemiskinan di Perkotaan pada Maret 2014 sebesar Rp246.633 per kapita per bulan, dan Garis Kemiskinan di Pedesaan sebesar Rp241.936 per kapita per bulan;
  • Selama kurun waktu 6 (enam) bulan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) mengalami kenaikan dari 3,217 pada September 2013 menjadi 3,287 pada Maret 2014. Artinya jarak antara rata-rata pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan semakin lebar.

Selengkapnya »

Tahun 2013, Rata-rata Pendapatan Rumah Tangga Usaha Pertanian Mencapai Rp14,73 juta per Tahun

  • Hasil Sensus Pertanian 2013 (ST2013), jumlah rumah tangga usaha tanaman padi sebanyak 29.795 rumah tangga, mengalami peningkatan sebesar 5,04 persen atau sekitar 1.429 rumah tangga dibandingkan ST2003.
  • Jumlah rumah tangga usaha tanaman cabai rawit tahun 2013 mengalami peningkatan sebanyak 12.610 rumah tangga atau naik 162,25 persen dibandingkan tahun 2003.
  • Jumlah rumah tangga usaha kakao dalam kurun waktu 2003 - 2013 meningkat 1.005 rumah tangga atau naik sebesar 10,35 persen.
  • Jumlah rumah tangga usaha ayam ras pedaging tahun 2013 sebanyak 101 rumah tangga atau turun 78,69 persen dari tahun 2003. Meskipun demikian, rata-rata penguasaan ayam ras pedaging per rumah tangga naik dari 255 ekor per rumah tangga menjadi 11.679  ekor per rumah tangga.
  • Ikan nila, bandeng, lele, dan ikan mas merupakan jenis ikan yang paling banyak diusahakan oleh rumah tangga yaitu masing-masing sebanyak 1.811 rumah tangga; 480 rumah tangga; 382 rumah tangga; dan 106 rumah tangga.
  • Jumlah tanaman jati yang diusahakan pada tahun 2013 sebanyak 1,17 juta pohon, meningkat  8,01 persen dibandingkan dengan tahun 2003.
  • Rata-rata pendapatan rumah tangga usaha pertanian tahun 2013 dari usaha pertanian mencapai 14,73 juta rupiah per tahun atau 1,23 juta rupiah per bulan. Kontribusi pendapatan dari usaha di sektor pertanian sebesar 47,75 persen terhadap pendapatan rumah tangga pertanian.

Selengkapnya »

Mei 2014, Kota Gorontalo Deflasi Sebesar 0,34 persen

  • Bulan Mei 2014 Kota Gorontalo mengalami penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,20 menjadi 108,83; perubahan ini menyebabkan deflasi sebesar 0,34 persen.
  • Deflasi Kota Gorontalo terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 2,12 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,02 persen. Sedangkan kenaikan indeks terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok&tembakau sebesar 0,44 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,07 persen, kelompok sandang sebesar 0,30 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,60 persen, dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,09  persen.
  • Laju inflasi tahun kalender sebesar 0,22 persen dan laju inflasi “year on year” (Mei 2014 terhadap Mei 2013) sebesar  5,78 persen.

Selengkapnya »

April 2014, Ekspor Gorontalo sebesar US$1.380.051

Ekspor

  • Nilai ekspor bulan April 2014 yang melalui Pelabuhan di Gorontalo adalah  US$1.380.051.  Sementara itu, pada bulan Maret 2014 nilai ekspor nihil (tidak ada ekspor).
  • Nilai ekspor Gorontalo bulan  April 2014 yang diekspor melalui pelabuhan di luar Gorontalo adalah nihil (tidak ada), tidak ada perubahan jika dibandingkan dengan keadaan bulan Maret 2014.

Impor

  • Nilai impor yang melalui Pelabuhan Gorontalo bulan April 2014 sebesar US$964.800, sementara pada bulan sebelumnya (Maret 2014) adalah US$42.503.462
  • Negara asal impor bulan April 2014 adalah Republik Korea Selatan dengan jenis komoditas impor adalah bahan bakar mineral, minyak bumi, dan hasil penyulingan.
  • Kumulatif nilai impor tahun 2014 (Januari-April) sebesar US$44.151.409 mengalami kenaikan 190,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2013  sebesar US$15.195.560

Selengkapnya »