Berita Resmi Statistik

Filter
Menampilkan 1-10 dari 235 hasil

Maret 2015 Kota Gorontalo Inflasi sebesar 0,75 persen

Bulan Maret 2015 Kota Gorontalo mengalami kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 113, 11 menjadi 113, 96; perubahan ini menyebabkan inflasi sebesar 0, 75  persen. Inflasi Kota Gorontalo terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 2, 67 persen, kelompok makanan jadi sebesat 0, 04 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan

Februari 2015 Ekspor Gorontalo senilai US$585.200, Turun 65,57 persen

Nilai ekspor bulan Februari 2015 yang melalui Pelabuhan di Gorontalo adalah US$585.200, mengalami penurunan 65, 57 persen dibandingkan bulan Januari 2015. Secara kumulatif nilai ekspor yang melalui Pelabuhan di Gorontalo Januari-Februari 2015 mencapai US$2.284.804 atau meningkat 5.180, 34 persen dibanding periode yang sama tahun 2014. Menurut golongan barang HS 2 digit, ekspor terbesar pada periode Januari-Februari 2015 adalah jagung (HS 10)

Maret 2015, Nilai Tukar Petani Provinsi Gorontalo sebesar 101,71, Naik 0,14 Persen

Pada bulan Maret 2015, NTP (NTP Umum) Provinsi Gorontalo tercatat sebesar 101, 71 yang mengalami kenaikan sebesar 0, 14 persen bila dibandingkan keadaan bulan Februari yang tercatat sebesar 101, 57. NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 99, 52 untuk Subsektor Tanaman Pangan (NTP-P), 123, 50 untuk Subsektor Hortikultura (NTP-H), 90, 67 untuk Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-R), 100, 27 untuk Subsektor

Februari 2015 Tingkat Penghunian Kamar Hotel di Gorontalo sebesar 26,06 persen, Turun 2,43 poin

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel/akomodasi lainnya di Provinsi Gorontalo pada bulan Februari 2015 sebesar 26, 06 persen atau mengalami penurunan 2, 43 poin dibandingkan TPK pada bulan Januari 2015 yang tercatat 28, 49 persen. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kota Gorontalo pada bulan Februari 2015 sebesar 21, 22 persen mengalami peningkatan sebesar 2, 49 poin dibandingkan bulan Januari 2015,

Januari 2015 Ekspor Gorontalo Turun 33,14 persen

Nilai ekspor bulan Januari 2015 yang melalui Pelabuhan di Gorontalo adalah US$1.699.604, mengalami penurunan 33, 14 persen dibandingkan bulan Desember 2014. Sementara pada bulan Januari 2014 tidak terjadi ekspor melalui pelabuhan di Gorontalo. Menurut golongan barang HS 2 digit, ekspor pada periode Januari 2015 adalah jagung (HS 10) dengan nilai US$1.699.604 (100 persen). Berdasarkan negara tujuan, pada Januari 2015 terjadi

Februari 2015 Kota Gorontalo Deflasi sebesar -0,61 persen

Bulan Februari 2015 Kota Gorontalo mengalami penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 113, 80 menjadi 113, 11; perubahan ini menyebabkan deflasi sebesar -0, 61 persen. Deflasi Kota Gorontalo terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar -1, 37 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar -0, 17

Februari 2015 Nilai Tukar Petani Gorontalo sebesar 101,57, Naik sebesar 0,33 Persen

Pada bulan Februari 2015, NTP (NTP Umum) Provinsi Gorontalo tercatat sebesar 101, 57 yang mengalami kenaikan sebesar 0, 33 persen bila dibandingkan keadaan bulan Januari yang tercatat sebesar 101, 23. NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 99, 27 untuk Subsektor Tanaman Pangan (NTP-P), 121, 25 untuk Subsektor Hortikultura (NTP-H), 92, 27 untuk Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-R), 100, 34 untuk Subsektor

Januari 2015 TPK Hotel di Provinsi Gorontalo sebesar 28,49 persen

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel/akomodasi lainnya di Provinsi Gorontalo pada bulan Januari 2015 sebesar 28, 49 persen atau mengalami penurunan 5, 26 poin dibandingkan TPK pada bulan Desember yang tercatat 33, 75 persen. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kota Gorontalo pada bulan Januari 2015 sebesar 18, 73 persen mengalami penurunan sebesar 15, 09 poin dibandingkan bulan Desember 2014,

Angka Sementara 2014: Produksi Padi Gorontalo Meningkat 5,97 Persen

Angka Sementara (ASEM) produksi padi Propinsi Gorontalo tahun 2014 sebesar 314.912 ton gabah kering giling (GKG), meningkat sebesar 18.791 ton (5, 97 persen) dibandingkan dengan Angka Tetap (ATAP) tahun 2013. Peningkatan produksi terutama disebabkan oleh meningkatnya luas panen sebesar 5.796 hektar (9, 25 persen). ASEM produksi jagung tahun 2014 sebesar 719.780 ton pipilan kering, naik sebesar 50.686 ton

Tipologi Wilayah Hasil Pendataan Potensi Desa (Podes) 2014

Pendataan Potensi Desa (Podes) dilaksanakan 3 kali dalam 10 tahun. Berdasarkan hasil Podes 2014, pada bulan April 2014 tercatat 736 wilayah administrasi pemerintahan setingkat desa yang terdiri dari 657 desa, 72 kelurahan dan 7 UPT/SPT. Podes juga mencatat sebanyak 77 kecamatan dan 6 kabupaten/kota. Jumlah wilayah administrasi menurut keberadaaan infrastruktur: Terdapat 78 desa[1] /kelurahan (10, 6%) tidak ada