Berita Resmi Statistik
Menampilkan 1-10 dari 163 hasil

Maret 2014, Kota Gorontalo Inflasi 0,31 persen

  • Bulan Maret 2014 Kota Gorontalo mengalami kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,91 menjadi 108,24; perubahan ini menyebabkan inflasi sebesar 0,31 persen.
  • Inflasi Kota Gorontalo terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 0,04 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok&tembakau sebesar 0,17 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,02 persen, kelompok sandang sebesar 1,30 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,70 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,02 persen, dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,88  persen.
  • Laju inflasi tahun kalender sebesar -0,32 persen (deflasi) dan laju inflasi “year on year” (Maret 2014 terhadap Maret 2013) sebesar  5,10 persen.

Selengkapnya »

Februari 2014 Ekspor Gorontalo sebesar US$43.270

Ekspor

  • Nilai ekspor bulan Februari 2014 yang melalui Pelabuhan di Gorontalo sebesar US$43.270, sementara bulan Januari 2014  nilai ekspor nihil (tidak ada ekspor)
  • Nilai ekspor Gorontalo bulan Februari 2014 yang diekspor melalui pelabuhan di luar Gorontalo adalah sebesar US$24.200. 

Impor

  • Nilai impor yang melalui Pelabuhan Gorontalo bulan Februari 2014 adalah nihil (tidak ada impor). Sementara pada bulan lalu (Januari 2014) adalah US$683.147.
  • Nilai impor tahun 2014 (Januari-Februari) yang senilai US$683.147 mengalami penurunan sebesar 88,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2013  sebesar US$6.120.000.

Selengkapnya »

Februari 2014, TPK hotel/akomodasi lainnya di Provinsi Gorontalo sebesar 28,94 persen

Perhotelan/Akomodasi Lainnya

  • Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel/akomodasi lainnya di Provinsi Gorontalo pada bulan Februari 2014 sebesar 28,94 persen atau mengalami peningkatan 7,15 poin dibandingkan TPK pada bulan Januari 2014 yang tercatat 21,79 persen.
  • Rata-rata lama menginap tamu asing dan dalam negeri (domestik) pada hotel/akomodasi lainnya di Provinsi Gorontalo selama Februari 2014  adalah 2,63 hari, atau naik 0,60 poin jika dibandingkan dengan bulan Januari 2014 yang tercatat 2,03 hari.

Transportasi

  • Penumpang angkutan laut yang berangkat pada bulan Februari 2014 sebesar 21 orang atau naik turun 96,79 persen dibanding bulan sebelumnya (Januari 2014) yang tercatat 654 orang. Demikian pula jumlah barang yang dimuat pada bulan Februari 2014 mengalami penurunan 90,34 persen atau menurun dari 7.658 ton pada bulan Januari 2014 menjadi 740 ton pada bulan Februari 2014.
  • Jumlah penumpang yang berangkat dengan kapal fery melalui pelabuhan penyeberangan/fery pada bulan Februari 2014 sebanyak 3.203 orang atau turun 3,64 persen jika dibandingkan dengan bulan Januari 2014 yang tercatat 3.324 orang. Sebaliknya pada bulan Februari 2014 tidak ada barang yang dimuat melalui pelabuhan penyeberangan/fery.
  • Jumlah pesawat terbang yang berangkat dari Bandara Jalaludin bulan Februari 2014 tercatat 115 penerbangan atau turun 22,82 persen dibandingkan keadaan pada bulan Januari 2014 yang tercatat 149 penerbangan. Demikian pula jumlah penumpang berangkat pada bulan Februari 2014 sebanyak 14.604 orang atau turun 12,14 persen dibandingkan keadaan pada bulan Januari 2014 yang tercatat 16.622 

Selengkapnya »

Maret 2014, NTP Provinsi Gorontalo sebesar 101,10

  •  Pada bulan Maret 2014, NTP Provinsi Gorontalo masing-masing subsektor tercatat sebesar 97,95 untuk Subsektor Tanaman Pangan (NTP-P), 112,47 untuk Subsektor Hortikultura (NTP-H), 97,14 untuk Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-R),  101,41 untuk Subsektor Peternakan (NTP-T) dan 99,11 untuk Subsektor Perikanan (NTN). Sedangkan NTP (NTP Umum) tercatat sebesar 101,10 yang mengalami kenaikan sebesar 0,58 persen bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar  100,52.
  •  Dari 10 provinsi di Kawasan Timur Indonesia ada 7 (tujuh) provinsi yang NTP-nya berada di atas angka 100. NTP tertinggi dicapai oleh Provinsi Sulawesi Selatan dengan nilai sebesar 105,56 yang diikuti Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 103,30, Provinsi Sulawesi Barat sebesar 102,80, Provinsi  Maluku Utara sebesar 102,11, Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 101,24, Provinsi Gorontalo sebesar 101,10. Sedangkan Nilai Tukar Petani terendah terjadi pada Provinsi Papua sebesar 97,43. NTP nasional sebesar 101,86 mengalami kenaikan sebesar 0,07 persen dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 101,79.
  •  Pada Maret 2014, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Provinsi Gorontalo sebesar 0,49 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada beberapa kelompok yaitu kelompok bahan makanan (0,79%), makanan jadi (0,31%), perumahan (0,02%), sandang (0,36%), kesehatan (0,54%), pendidikan, rekreasi dan komunikasi (0,35%), sedangkan transportasi dan komunikasi mengalami deflasi sebesar 0,07%.
  •  Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Gorontalo pada Maret 2014 sebesar 105,90 atau naik 0,87 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya. 

Selengkapnya »

Februari 2014 Kota Gorontalo Deflasi Sebesar 0,98 Persen

  • Bulan Februari 2014 Kota Gorontalo mengalami penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,98 menjadi 107,91; perubahan ini menyebabkan deflasi sebesar 0,98 persen.
  • Deflasi Kota Gorontalo terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 5,01 persen dan kelompok sandang sebesar 0,42 persen. Sedangkan kenaikan indeks terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok&tembakau sebesar 0,38 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,42 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,28 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,39 persen, dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02  persen.
  • Laju inflasi tahun kalender sebesar -0,63 persen (deflasi) dan laju inflasi “year on year” (Februari 2014 terhadap Februari 2013) sebesar  5,98 persen.

Selengkapnya »

Januari 2014, Nilai Impor Provinsi Gorontalo sebesar US$683.147

Ekspor

  • Nilai ekspor bulan Januari 2014 yang melalui Pelabuhan di Gorontalo adalah  nihil (tidak ada). Demikian juga dengan bulan Desember 2013 adalah nihil (tidak ada).
  • Nilai ekspor Gorontalo bulan Januari 2014 yang diekspor melalui pelabuhan di luar Gorontalo adalah US$75.456.

Impor

  • Nilai impor yang melalui Pelabuhan Gorontalo bulan Januari 2014 adalah US$683.147. Sementara pada bulan lalu (Desember 2013) adalah US$11.972.651.
  • Negara asal impor bulan Januari 2014 adalah Singapura dengan jenis komoditas impor adalah bahan bakar mineral, minyak bumi dan hasil penyulingan.
  • Nilai impor tahun 2014 (Januari) yang senilai US$683.147 mengalami penurunan sebesar 88,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2013  sebesar US$6.120.000.

Selengkapnya »

Januari 2014, Tingkat Penghunian Kamar Hotel/Akomodasi Lainnya di Provinsi Gorontalo sebesar 21,79 Persen

Perhotelan/Akomodasi Lainnya

  • Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel/akomodasi lainnya di Provinsi Gorontalo pada bulan Januari 2014 sebesar 21,79 persen atau mengalami penurunan 13,12 poin dibandingkan TPK pada bulan Desember 2013 yang tercatat 34,91 persen.
  • Rata-rata lama menginap tamu asing dan dalam negeri (domestik) pada hotel/akomodasi lainnya di Provinsi Gorontalo selama Januari 2013  adalah 2,03 hari, atau naik 0,33 poin jika dibandingkan dengan bulan Desember 2013 yang tercatat 1,70 hari.

Transportasi

Penumpang angkutan laut yang berangkat pada bulan Januari 2014 sebesar 654 orang atau naik 83,19 persen dibanding bulan sebelumnya (Desember 2013) yang tercatat 357 orang. Demikian pula jumlah barang yang dimuat pada bulan Januari 2014 mengalami penurunan 118,86 persen atau menurun dari 3.499 ton pada bulan Desember 2013 menjadi 7.658 ton pada bulan Januari 2014.

Jumlah penumpang yang berangkat dengan kapal fery melalui pelabuhan penyeberangan/fery pada bulan Januari 2014 sebanyak 3.324 orang atau naik 4,86 persen jika dibandingkan dengan bulan Desember 2013 yang tercatat 3.170 orang. Sebaliknya jumlah barang yang dimuat kapal fery pada bulan Januari 2014  turun 100 persen jika dibandingkan dengan bulan Desember 2013 yang tercatat 137 ton.

Jumlah pesawat terbang yang berangkat dari Bandara Jalaludin bulan Januari 2014 tercatat 149 penerbangan atau turun 1,32 persen dibandingkan keadaan pada bulan Desember 2013 yang tercatat 151 penerbangan. Demikian pula jumlah penumpang berangkat pada bulan Januari 2014 sebanyak 16.622 orang atau turun 11,83 persen dibandingkan keadaan pada bulan Desember 2013 yang tercatat 18.853 orang.

Selengkapnya »

Februari 2014 Nilai Tukar Petani Provinsi Gorontalo sebesar 100,52

  •  Pada bulan Februari 2014, NTP Provinsi Gorontalo masing-masing subsektor tercatat sebesar 97,71 untuk Subsektor Tanaman Pangan (NTP-P), 110,59 untuk Subsektor Hortikultura (NTP-H), 95,43 untuk Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-R),  101,64 untuk Subsektor Peternakan (NTP-T) dan 100,54 untuk Subsektor Perikanan (NTN). Sedangkan NTP (NTP Umum) tercatat sebesar 100,52 yang mengalami kenaikan sebesar 0,45 persen bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar  100,06.
  •  Dari 10 provinsi di Kawasan Timur Indonesia ada 7 (tujuh) provinsi yang NTP-nya berada di atas angka 100. NTP tertinggi dicapai oleh Provinsi Sulawesi Selatan dengan nilai sebesar 105,02 yang diikuti Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 102,15, Provinsi Sulawesi Barat sebesar 102,14, Provinsi  Maluku Utara sebesar 101,82, Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 100,73, Provinsi Gorontalo sebesar 100,52. Sedangkan Nilai Tukar Petani terendah terjadi pada Provinsi Papua sebesar 97,73. NTP nasional sebesar 101,79 mengalami penurunan sebesar 0,16 persen dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 101,95.
  •  Pada Februari 2014, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Provinsi Gorontalo sebesar 0,26 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada seluruh kelompok yaitu kelompok bahan makanan (0,03%), makanan jadi (0,62%), perumahan (0,73%), sandang (0,48%), kesehatan (0,35%), pendidikan, rekreasi dan komunikasi (0,20%) dan transportasi dan komunikasi (0,13%).
  •  Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Gorontalo pada Februari 2014 sebesar 104,99 atau naik 0,50 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Selengkapnya »

ASEM 2013: Produksi Jagung Provinsi Gorontalo Naik 3,64 persen dari Tahun 2012

A. PADI

Angka Sementara (ASEM) produksi padi Propinsi Gorontalo tahun 2013 sebesar 295.912 ton gabah kering giling (GKG), meningkat sebesar 50.126 ton (16,94 persen) dibandingkan dengan Angka Tetap (ATAP) tahun 2012. Peningkatan produksi terutama disebabkan oleh karena meningkatnya luas panen sebesar 5.701 hektar (10,02 persen) dan juga karena meningkatnya produktivitas sebesar 4,00 kw/ha (7,69 persen).

B. JAGUNG

ASEM produksi jagung tahun 2013 sebesar 669.094 ton pipilan kering, naik sebesar 24.340 ton (3,64 persen) dibandingkan produksi tahun 2012. Kenaikan produksi terjadi karena kenaikan luas panen sebesar 4.880 hektar (3,48 persen), dan kenaikan produktivitas sebesar 0,08 kwintal/hektar (0,17 persen).

C. KEDELAI

ASEM produksi kedelai tahun 2013 sebesar 4.410 ton biji kering, meningkat 959 ton (21,75 persen) dibandingkan produksi tahun 2012. Peningkatan produksi terjadi utamanya karena kenaikan luas panen sebesar  516 hektar (15,33 persen), dan kenaikan produktivitas sebesar 0,99 kwintal/hektar (7,59 persen)

Selengkapnya »

Triwulan IV 2013, Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Provinsi Gorontalo sebesar 110,47

  1. Penjelasan Umum
  • Indeks Tendensi Konsumen (ITK) merupakan indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). ITK merupakan indeks komposit persepsi rumah tangga mengenai kondisi ekonomi konsumen dan perilaku konsumen terhadap situasi perekonomian pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang.
  • ITK bernilai 0 sampai dengan 200. ITK di atas 100 menggambarkan kondisi ekonomi konsumen lebih baik dari periode sebelumnya. Sebaliknya, jika ITK di bawah 100 menggambarkan kondisi ekonomi konsumen lebih buruk dari periode sebelumnya. Jika ITK sama dengan 100 berarti kondisi ekonomi konsumen sama dengan periode sebelumnya.

 B.  Kondisi Ekonomi Konsumen Triwulan IV-2013

  • ITK Provinsi Gorontalo pada Triwulan IV-2013 sebesar 110,47. Indeks ini menunjukkan kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan IV-2013 lebih baik dari triwulan sebelumnya. Akan tetapi, tingkat optimisme konsumen menurun dibanding triwulan sebelumnya, yang ditunjukkan dengan lebih rendahnya ITK triwulan berjalan dibanding triwulan sebelumnya (112,73).
  1. Perkiraan Kondisi Ekonomi Konsumen Triwulan I-2014
  • ITK Provinsi Gorontalo pada Triwulan I-2014 diperkirakan sebesar 108,08 yang berarti bahwa kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan I-2014 diperkirakan akan lebih baik dibanding periode Triwulan IV-2013, tetapi tingkat optimismenya  diperkirakan menurun dibanding triwulan IV-2013.
  1. ITK Gorontalo di Kawasan Sulawesi
  • ITK Provinsi Gorontalo pada Triwulan IV-2013 berada sedikit di atas rata-rata nasional dan masih menempati urutan kedua di antara 6 (enam) provinsi di kawasan Sulawesi.

 

 

Selengkapnya »