Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Watekhi, menghadiri Rapat Koordinasi Perencanaan Sektor Kelautan dan Perikanan Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Selasa (3/03/2026), bertempat di Grand Q Hotel Gorontalo.
Rapat koordinasi ini merupakan bagian dari tahapan perencanaan pembangunan tahun 2026, khususnya pada sektor kelautan dan perikanan yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Gorontalo periode 2025–2030. Kegiatan ini juga bertujuan memperkuat sinergi antar pemangku kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah, dalam merumuskan kebijakan yang berbasis data dan tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPS Provinsi Gorontalo Watekhi hadir sebagai narasumber dan memaparkan potret statistik sektor kelautan dan perikanan di Provinsi Gorontalo. Ia menekankan bahwa sektor ini memiliki peran strategis dalam struktur perekonomian daerah, baik dari sisi kontribusi terhadap PDRB, penyerapan tenaga kerja, maupun sebagai sumber penghidupan utama masyarakat pesisir.
Berdasarkan data BPS sepanjang Januari hingga Desember 2024, produksi perikanan laut Gorontalo yang dijual di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) menunjukkan pola yang fluktuatif. Pada Januari 2024, produksi tercatat cukup tinggi dengan volume mencapai 989 ton dan nilai produksi sebesar 14.221 juta rupiah. Namun, menjelang akhir tahun, tepatnya pada Desember 2024, volume produksi menurun menjadi 637 ton dengan nilai sebesar 11.344 juta rupiah.
Menurutnya, fluktuasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kondisi cuaca, musim penangkapan, ketersediaan armada, serta dinamika harga komoditas perikanan di pasar.
Kepala BPS juga menyampaikan pentingnya integrasi data statistik dengan perencanaan program, termasuk dalam penentuan sasaran bantuan, pengembangan kawasan perikanan, hingga strategi hilirisasi hasil laut. Dengan data yang akurat dan mutakhir, pemerintah daerah dapat menyusun intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Provinsi Gorontalo juga menyosialisasikan program nasional BPS, yaitu Sensus Ekonomi yang akan diselenggarakan Bulan Mei-Juli 2026. Ia berharap seluruh stakeholder dapat memberikan dukungan penuh demi menyukseskan pelaksanaan kegiatan tersebut, sebagai fondasi penyediaan data yang akurat dan berkualitas untuk pembangunan daerah yang lebih maju dan berdaya saing.
Selain BPS Provinsi Gorontalo, dalam rapat tersebut turut hadir Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan DJPT KKP secara daring, Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota, serta perwakilan UPT Pusat. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini mencerminkan komitmen bersama untuk mendorong penguatan sektor kelautan dan perikanan melalui kolaborasi lintas sektor.