Jenis Industri Manufaktur Mikro dan Kecil di Provinsi Gorontalo adalah industri Makanan, industri Minuman, industri Tekstil, industri Pakaian Jadi, industri Kayu, Barang dari Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (tidak termasuk Furnitur) dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya, industri Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman, industri Barang Galian Bukan Logam, industri Logam Dasar, industri Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya, industri Peralatan Listrik, industri Mesin dan Perlengkapan YTDL, industri Alat Angkutan Lainnya, industri Furnitur dan industri Pengolahan Lainnya.
Pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (IMK) Provinsi Gorontalo pada Triwulan II tahun 2016 (q-to-q) mengalami kenaikan sebesar 9,70 persen dibandingkan dengan Triwulan I tahun 2016. Jenis industri yang mengalami kenaikan produksi tersebut adalah industri Makanan (12,28%), industri Pakaian Jadi (3,08%), industri Kayu, Barang dari Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (tidak termasuk Furnitur) dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya (6,25%), industri Barang Galian Bukan Logam (2,81%), industri Peralatan Listrik (12,79%), industri Alat Angkutan Lainnya (9,58%), industri Furnitur (19,55%) dan industri Pengolahan Lainnya (25,65%).
Untuk pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (IMK) Triwulan II tahun 2016 dibandingkan Triwulan II Tahun 2015 (y-on-y) juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan sebesar 16,69 persen.
Untuk kategori IBS Pada Triwulan II tahun 2016, pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (q-to-q) Provinsi Gorontalo mengalami penurunan sebesar 0,46 persen dibandingkan dengan produksi IBS triwulan I tahun 2016.
Jika dibandingkan dengan triwulan II tahun sebelumnya (y-on-y), secara umum pertumbuhan IBS triwulan II tahun 2016 masih mengalami kenaikan sebesar 5,30 persen.